Filosofi Bambu: Ironi Anak Ayam Mati Di Lumbung Padi

Hari ini saya membaca berita di Yahoo.com Iran meluncurkan pesawat pengebom tanpa awaknya. Kita tahu Iran akhir akhir ini menjadi pusat perhatian dunia dengan issue senjata nuklirnya. Issue yang membuat pejabat Israel dan koleganya serta pihak pihak yang merasa terancam jadi kurang tidur nyenyak. Issue yang menjadi perdebatan di PBB tentang pemberian sangsi atas reaktor nuklir Iran. Mahmoud Ahmadi Nejad memberi nama pesawat tersebut : Duta Kematian buat yang mengancam mereka, tapi misi utama pesawat tersebut adalah Persahabatan dan Perdamaian.

Dulu saya pernah membaca sebuah ulasan tentang perjuangan Iran untuk tumbuh kuat ibarat karpet persia, semakin di pijak semakin rapat.

Dua hari lalu saya membaca berita tentang seorang “The last Mohican” yang lain di temukan di tengah rimba belantara Brazil. Lelaki Indian itu di perkirakan juga manusia terahir dari suku mereka. Ia hidup dari satu pondok jerami ke pondok jerami lain karena tak ingin bertemu manusia. Sendiri. Ia tanpa busana, kemana pergi di temani panah. Ia potret lain dari sebuah dampak perpindahan bangsa Eropa ke benua Amerika sekitar 400 tahun lalu.

Seminggu lalu saya membaca sebuah artikel karya Bayu Kristianto tentang tarian hantu suku Indian. Di kisahkan tarian itu mewakili anggapan suku Indian bahwa mereka bisa mengalahkan koloni bangsa Eropa yang datang ke Amerika karena mereka memiliki spirit (roh, semangat) yang lebih kuat dari pendatang Eropa. Bagi bangsa Indian spirit itu bisa di artikan ‘Tuhan’ yang mereka puja, atau juga roh nenek moyang mereka. Bangsa pendatang Eropa itu, di kisahkan penulis, lalu membuat berbagai senjata yang bisa mewakili ‘kelemahan spirit’ mereka untuk melawan suku penduduk asli benua Amerika tersebut, Indian. Kita tahu pada akhirnya pendatang Eropa tersebut, yang kemudian menyebut dirinya ‘Orang Amerika’ mengalahkan kekuatan spirit bangsa Indian dengan kekuatan senjatanya.

Di supermarket dan mall mall Amerika kita bisa menemukan berbagai jenis makanan, buah buahan tropis yang pohonnya mungkin tidak mereka ketahui sama sekali. Amerika bukan negara tropis, musim dinginnya mematikan semua tumbuhan. Tanah mereka luas, lapang dan indah dengan hamparan hijau padang rumputnya, tapi tidak bisa menumbuhkan banyak jenis tumbuhan.

Pasar di Amerika tidak seperti di Indonesia atau negara Asia lain yang penjual kecilnya bisa dengan leluasa berdagang dengan segala macam barang. Di sini menjadi penjual kecil sangat terbatas, dan barang serta teknis berjualan mereka, menurut seorang teman ‘tidak kreatif’. Akhirnya mereka sangat bergantung pada produk jasa.

Amerika bukan negara penghasil minyak, tapi merekalah yang menghabiskan minyak dunia terbanyak. Hebatnya kebijakan politik mereka bahkan bisa mempengaruhi kebijakan negara penghasil minyak dunia.

Kesimpulan ketiga kisah di atas adalah: Keterbatasan menghasilkan keperkasaan atau kehancuran.

Filosofi bambu mewakili dengan baik Iran dan Amerika, tapi tidak untuk bangsa Indian. Namun untuk pengecualian ini kita punya sedikit penjelasan : Ketika bangsa Eropa datang dengan kemajuan teknologinya dan spirit untuk mendapatkan kehidupan lebih baik di negeri baru itu, bangsa Indian sedang dalam kondisi ‘sejahtera’. Mereka sangat merasa cukup hidup dengan bersahabat dengan alam, mendapatkan apa yang mereka butuhkan tanpa perlu memeliharanya karena ada banyak rusa, beruang, kuda, banteng, tumbuh tumbuhan liar yang jumlahnya melebihi jumlah seluruh bangsa Indian. Mereka tidak progressif seperti lawan mereka yang lapar dari benua sebelah.

Spirit (roh, semangat) menjadi penggerak utama dalam semua peradaban manusia semenjak dahulu kala. Tapi spirit itu bukan keyakinan untuk membenarkan sikap pasif, tanpa keinginan untuk maju.

Islam mengajarkan di surat Al Jumu’ah : Apabila telah di tunaikan Shalat Jumat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi (Ayat 10). Shalat jum’at itu spirit, bertebaran di muka bumi itu tindakan aktif mewujudkan visi dan misi spirit.

Iran dan Amerika mewujudkan spirit mereka dengan tindakan aktif. Keterbatasan melahirkan kekuatan.

Filosofi bambu juga bisa di lihat di China, dengan jumlah penduduk yang banyak, persaingan hidup yang ketat membuat orang orang China di manapun selalu tampak serius, dan mereka adalah pekerja keras. Hasilnya, berita terbaru China membayangi Amerika menjadi negara super power dunia.

Jepang dan Singapura sangat kekurangan tanah. Singapura berusaha menimbun laut, sedang Jepang menciptakan bangunan rumah super unik dan cantik di atas lahan super sempit, dan keduanya adalah raja raja ekonomi Asia. Begitupun India dan Korea.

Indonesia adalah negeri kaya, sebuah lagu zaman dulu menyebut :Tanah ini tanah Surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman. Tapi Indonesia sangat tak di perhitungkan di tingkat dunia, baik dari segi ekonomi juga kekuatan politiknya. Orang bisa mengenal Indonesia kebanyakan karena fakta bahwa Indonesia merupakan Negara yang berpenduduk muslim terbanyak di dunia.

Dengan seringnya kita Shalat Jum’at dan mengulang ayat yang sama, seharusnya spirit bangsa Indonesia tinggi. Juga muslim di seluruh dunia. Jika nikmat minyak dan tanah Surga yang Allah anugerahkan di negara negara muslim membuat muslim menjadi bangsa pasif dan tidak progresif, berarti kita mewakili spirit bangsa Indian.

Kita sungguh tak ingin membaca berita di suatu masa akan datang ” Di temukan The last Mohican di Indonesia”.

Leave a Reply

Alamat

Jln. Lingkar Kampus, Pertokoan Limpok Kav. II (Belakang Fakultas Kedokteran Unsyiah) Desa Limpok, Darussalam, Aceh Besar, Provinsi Aceh, Indonesia

Email: info@acehinstitute.org