Identifikasi Tingkat Kepuasan Pada Lima Sektor Utama Pelayanan Publik Di Kabupaten Aceh Barat

Identifikasi Tingkat Kepuasan Pada Lima Sektor Utama Pelayanan Publik Di Kabupaten Aceh Barat

Abstrak

Penelitian yang berjudul Identifikasi Tingkat Kepuasn lima Sektor Utama Pelayanan Publik di Kabupaten Aceh Barat di laksanakan selama 2 bulan, mulai bulan Febuari sampai bulan april 2008. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tingkap kepuasan rakyat terhadap pelayan publik pemerintah di Kabupaten Aceh Barat. Manfaatnya dari penelitian ini diharapkan bisa memberikan informasi terhadap pemerintah tentang bidang-bidang pelayanan publik yang harus di tingkatkan, menemukan solusi untuk memecahkan isu-isu strategis dalam pemerintahan dan juga menemukan cara untuk memperkecil kesenjangan tingkat harapan masyarakat dan kenyataan dalam pelayanan publik khususnya untuk bidang kesehatan, ekonomi, kebersihan, pendidikan dan administrasi pemerintahan.

Penelitian ini diadakan di lima kecamatan yang berada di wilayah Kabupaten Aceh Barat yaitu Kecamatan Johan Pahlawan, Samatiga, Arongan Lambalek, Buboh, dan Woyla Barat. Pengambilan data dilakukan dengan teknik wawancara dengan menggunakan kuesioner. Responden yang diambil adalah masyarakat yang menerima pelayanan dari pemerintahan dan pegawai kecamatan yang memberikan pelayanan terhadap masyarakat. Analisis data dalam penelitian ini adalah analisis korespondensi, korelasi spearman, diagram barang dan uji Wilcoxon satu sampel.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecamatan Buboh menunjukkan pelayanan yang lebih baik dibidang kesehatan dan administrasi pemerintahan, demikian juga untuk kecamatan Woyla Barat, menunjukkan pelayanan yang lebih baik di bidang kesehatan. Kecamatan Johan Pahlawan dan Arongan Lambalek cendrung memiliki pelayanan ekonomi yang lebih baik dibandingkan kecamatan lainnya. Isu utama yang banyak beredar di masyarakat berturut-turut adalah korupsi (47,95%), kurang kepedulian terhadap masyarakat (26,03%), pegawai kurang mempunyai keahlian (12,33%), pelayanan lambat (8,22%), dan nepotisme (5,48%). Dari uji Wilcoxon dapat diputuskan bahwa pelayanan yang dilakukan pemerintah belum memuaskan. Posisi kecamatan terhadap sifat-sifat pelayanan dapan diidentifikasikan sebagai berikut: Arongan Lambalek memberikan pelayanan mengenai etika dan tempat pelayanan yang lebih baik dibandingkan kecamatan lainnya, kecamatan Johan Pahlawan memberikan pelayanan yang bersifat paling konsisten, kecamatan Johan Pahlawan memberikan pelayanan yang paling respons atau paling tanggap dalam menyikapi keinginan masyarakat dan kecamatan Bubon memberikan kepastian layanan yang paling tinggi.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.