Optimalisasi Pemenuhan Kecukupan Gizi Keluarga Berdasarkan Kebiasaan Konsumsi Pangan Dan Daya Beli

Optimalisasi Pemenuhan Kecukupan Gizi Keluarga Berdasarkan Kebiasaan Konsumsi Pangan Dan Daya Beli
Kasus Aceh Besar

Abstrak

Didaerah ekonami tertinggal atau daerah yang baru terkena bencana suatu keluarga sering kesulitan atau bahkan tidak memperhatikan kualitas makanannya. Kejadian ini dapat disebabkan karena kurangnya pengetahuan mengenai gizi, daya beli yang di anggap tak mampu membeli makanan yang bergizi, atau karena informasi pengetahuan gizi tidak sesuai dengan kebiasaan konsumsi masyarakat. Oleh karena itu melakukan penelitian untuk melakukan kombinasi kualitas pangan yang sebaiknya dikonsumsi agar memenuhi unsur gizi (energi, protein, kalsium, phosfor, besi, vitamin A, dan vitamin C), terjangkau daya beli, dan memenuhi kebiasaan pangan menjadi penting. Metode yang digunakan adalah model goal programming dengan mengambil sampel keluarga Aceh Besar yang mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Unsur-unsur gizi digunakan sebagai tujuh sasaran model goal programming yang harus dicapai, datanya diambil dari angka kecukupan gizi dan daftar komposisi bahan makanan. Daya beli dimasukan sebagai satu sasaran goal programming yang harus di capai, data yang di gunakan adalah informasi harga pangan dan kemampuan daya beli pangan. Sedangkan kebiasaan pangan dimasukan sebagai batas bawah dan batas atas pangan yang biasa dikonsumsi.

Model goal programming yang dibangun disediakan untuk tiga belas golongan umur dan jenis kelamin. Semua kendala batas bawah menggunakan kuartil 1 dan batas atas menggunakan kuartil 3. Model goal programming ini menghasilkan kualitas pangan yang sebaiknya dikonsumsi dan biayai untuk pangan yang harus disiapkan setiap minggunya oleh keluarga.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.