Pendidikan Dan Sumber Daya Manusia Di Kabupaten Aceh Timur

Hal ini telah dibuktikan oleh negara-negara maju (misalnya; Amerika dan Jepang) yang kurang memiliki Sumber Daya Alam (SDA) namun SDMnya handal, mereka mampu mendahului Indonesia (yang dikenal kaya SDAnya) dalam pembangunan. Hal ini berlaku juga untuk wilaya Kabupaten Aceh Timur yang kaya akan Sumber Dsaya Alam (SDA) yang dimiliki kurang berkualitas. Kondisi ini bukan saja menyebabkan Aceh Timur tertinggal dalam pembangunan secara makro tetapi juga telah berdampak negatif kepada pembangunan mikro terutama pembangunan ekonomi masyarakatnya.

Berdasarkan realitas tersebut peneliti tertarik untuk mengkaji kenapa pendidikan di Aceh Timur menghasilkan Sumber Daya Manusia yang kurang berkualitas dan kenapa Sumber Daya Manusia yang tersedia tidak sesuai dengan potensi daerah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data observasi, fokus group diskusi dan dekomentasi. Data dianalisis dengan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pendidikan menghasilkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) kurang berkualitas adalah proses pendidikan kurang baik. Karena fasilitas pendidikan yang kurang memadai terutama yang berkaitan dengan alat praktikum, kualitifikasi tenaga pendidikan tidak sesuai dengan bidang yang diajarkan, kurikulum kurang berdasarakan potensi daerah, suntikan dana bagi pendidikan belum maksimal, terutama yang dapat dirasakan langsung oleh peserta didik, dan lembaga pendidikan yang kurang aspiratif. Sedangkan faktor Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada tidak sesuai dengan potensi daerah (mismatch) karena lembaga pendidikan yang ada kurang merefleksikan karakteristik potensi daerah, dan banyak SDM yang lebih berorientasi mengisi lapangan kerja dari pada membuka lapangan kerja atau memanfaatkan potensi daerahnya.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.