Peran AMM Di Aceh Dan Tantangan Perdamaian Pasca Kepergian AMM

Kunci keberhasilan AMM sendiri adalah komposisi anggota-anggotanya yang merupakan representasi dari dua organisasi regional yang sangat kredibel dan berpengaruh, baik bagi GAM maupun bagi pemerintah RI, yaitu Uni Eropa dan ASEAN. Diantara beberapa keberhasilan peran dan tugas AMM diatas, juga terdapat berbagai kelemahan atau kegagalan. Kendati skalanya lebih kecil daripada keberhasilannya, jika diabaikan dan tidak diantisipasi, kendala tersebut bukan tidak mustahil akan semakin membesar dan mengancam proses perdamaian sebagaimana kegagalan CoHA di masa HDC dulu. Ancaman konflik kembali muncul pasca kepergian AMM langsung mulai terlihat. Walaupun insiden antar GAM dan TNI menurun, beberapa insiden lainnya justru meningkat drastis seperti dampa pilkada, meningkatnya kriminalitas, kemiskinan, konflik aparat dengan warga, persoalan reintegrasi dan lain sebagainya. Sebagai wilayah yang tengah mengalami proses damai, keberadaan pihak ketiga yang bertugas memonitor proses damai amatlah penting keberadaannya. Berbagai insiden di Aceh, kedati kecil, dapat saja menjadi ancaman serius jika tidak ada lembaga yang concern dalam menengani berbagai kasus yang ada. Untuk itu, perlu dihadirkan kembali institusi pihak ketiga yang cukup berwibawa untuk mendorong para pihak untuk konsisten melaksanakan kesepakatan damai yang telah ditandatangani.

Leave a Reply

Alamat

Jln. Lingkar Kampus, Pertokoan Limpok Kav. II (Belakang Fakultas Kedokteran Unsyiah) Desa Limpok, Darussalam, Aceh Besar, Provinsi Aceh, Indonesia

Email: info@acehinstitute.org
Skip to toolbar