Chairul Fahmi MA

Adalah Direkur Eksekutif pada The Aceh Institute 2011 – 2014. Ia juga tercatat sebagai Dosen di Fakultas Syariah IAIN Ar-Raniry, Darussalam Banda Aceh. Alumni Master in European and Policy (MAELP) University of Portsmouth ini pernah aktif diberbagai lembaga kemanusiaan International; Child Fund International, Canadian Red Cross, IOM, World Bank dan AJRC. Ia juga sebagai penulis aktif diberbagai Jounal dan media massa. Beberapa karyanya antara lain: Hukum dan Fenomena Sosial (2008); Islam Madani dalam Wacana (2008); The EU and Peace Building in Aceh (2010). Ia dapat dihubungi di email: chairulfahmi@acehinstitute.org

Ketika Anak-anak Menjadi “Pembunuh”

Kisah kematian Nurul Fatimah, bocoh berumur 11 Tahun, siswa kelas 3 MIN Keunaloe Kecamatan Seulimum menjadi cerita yang sangat memilukan. Betapa tidak, anak sekecil itu, harus meninggal akibat "pengeroyokan" oleh teman – teman seumurnya. Kisah "pembunuhan" terhadap anak-anak sekecil Nurul Fatimah barangkali sudah sering terjadi di negara ini.

Potensi dan Jaringan ISIS di Aceh

ISIS tidak dianggap sebagai sesuatu yang berbahaya dan harus dihindarkan, sebaliknya menjadi bagian dari diskusi—yang tidak mungkin tidak akan menimbulkan rasa simpati dan empaty yang lebih luas terhadap gerakan ISIS, apalagi ideology negara Islam dan khalifah Islamiyah menjadi cita-cita umat Islam yang telah jenuh dan apatis terhadap sistem negara demokrasi yang korup

Pentingnya ‘Blue Print’ Syariat Islam

Mereka bertanya, kenapa syariat Islam di Aceh itu heboh, dan dihebohkan. Mereka juga bertanya, bukankah syariat Islam itu melanggar HAM, mereka juga bertanya, kenapa jalannya seperti "terseok-seok". Bukankah sudah ada dinas Syariat Islam? apa yang mereka kerjakan? kenapa pula syariat Islam berganti nama menjadi dinul Islam? kenapa mereka takut menggunakan istilah syariat Islam?